Baik, setelah ada beberapa jurusan kesehatan. Sekarang yuk lanjut sekarang kita mari bahas Macam-Macam Jurusan Kesehatan untuk Calon Mahasiswa (Bagian 2) untuk jurusan kesehatan berikutnya, ada apa aja.

11. Ilmu keolahragaan
Pada Jurusan Ilmu Keolahragaan mempelajari tentang dasar-dasar ilmu keolahragaan yang meliputi biomekanika, sosiologi, kinesiologi, kesehatan, fisiologi, dan sejarah olahraga. Termasuk juga dasar-dasar ilmu kedokteran yang mempelajari fisiologi, biokimia, anatomi, obat, fisioterapi olahraga dan doping, serta biofisika. Selain itu keterampilan keolahragaan yang meliputi banyak jenis olah raga seperti voli, atletik, renang, pencak silat, aerobic dan lain sebagainya. Temen-temen cocok masuk jurusan ini kalau memang senang dengan dunia olahraga, mengutamakan kebugaran sebagai tindakan preventif terhadap berbagai masalah kesehatan. Prospek kerja lulusan ini meliputi Pelatih dan Pemandu Olahraga, Manajer Kebugaran dan Kesehatan dan Terapis Fisik.
12. Nutrisi dan Teknologi Pangan
Jurusan Nutrisi dan Teknologi Pangan merupakan ilmu mempelajari terkait produksi makanan serta memastikan makanan yang diproduksi aman untuk dikonsumsi dan memenuhi kebutuhan gizi untuk konsumen. Selain daripada itu mahasiswa jurusan Nutrisi dan Teknologi Pangan mempelajari dampak sosial dari makananan yang kita konsumsi, termasuk juga bagaimana makananan mempengaruhi ekonomi, psikologi dan kultur kita. Kalian cocok masuk jurusan ini apabila: memiliki rasa kepedulian yang tinggi terhadap sesama dan tertarik pada perkembangan teknologi dan industri pangan.
Adapun Prospek lulusan ini mencakup: Peneliti dan Ahli Teknologi Pangan, Manager Pertanian dan Peternakan.
12. Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Jurusan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) yaitu jurusan yang mempelajari bahaya dan resiko yang ada di tempat kerja ataupun proyek. Jurusan ini mempelajari bagaimana menangani sebuah bahaya yang ada di tempat kerja serta pencegahannya dengan tujuan agar bisa meminimalisir kecelakaan kerja serta resiko lainnya yang dapat terjadi di tempat proyek/ tempat kerja. Dan kalian tentu akan cocok masuk jurusan ini kalau: gemar kerja lapangan, memiliki kemampuan komunikasi yang baik, memiliki minat dalam bidang konstruksi. Prospek kerja lulusan jurusan ini meliputi: Pengawas dan Penyelidik Kebakaran, Spesialis Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Ahli Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Karena Indonesia merupakan negara berkembang dimana pembangunan akan selalu terjadi di kota-kota besar, setiap proyek pembangunan dibutuhkan minimal 1 orang konsultan K3, which is itu artinya peluang kerjanya masih sangat besar.
13. Kedokteran Hewan
Jurusan Ilmu Kedokteran Hewan berisi tentang seluk beluk kesehatan hewan. Mereka belajar bagaimana terkait manajemen peternakan, unggas, pengenalan penyakit pada hewan besar dan kecil dan hewan peliharaan. Jurusan ini cukup unik, kamu akan belajar tentang berbagai macam satwa dan cukup menantang, karena kalian bisa memahami karakter dan cara penanganan medis masing-masing hewan secara utuh. Kalian cocok masuk jurusan ini kalau kalian memiliki rasa peduli dari dalam diri terhadap kelestarian satwa, kesehatan manusia serta makhluk hidup lain yang dapat mempengaruhinya. Prospek lulusan ini meliputi: Dokter Hewan (Veterinarians), Peneliti Hewan, Ahli Ilmu Hewan dan Satwa Liar.
14. Okupasi Terapi
Jurusan ini adalah bentuk layanan Kesehatan yang dikhususkan untuk pasien-pasien dengan disabilitas atau memiliki gangguan fisik dan/ atau mental. Terapi ini ditujukan agar para pasien bisa mandiri dalam kegiatan sehari-hari dengan cara melakukan berbagai aktivitas tertentu. Pada program studi Okupasi Terapi temen-temen akan belajar bagaimana menghadapi dan menangani seorang pasien dengan keterbelakangan mental atau kelainan fisik seperti autis, down syndrome, hiperaktif, kelainan pada tulang, dan sebagainya. Kalian juga akan belajar untuk menangani pasien yang terkena gangguan psikologis seperti skizofrenia, depresi, OCD, dan lain-lain.
Kalau kalian adalah seseorang yang memiliki kepedulian tinggi dan senang untuk berinteraksi dan membantu individu yang berkebutuhan khusus, maka tentu kalian adalah orang yang cocok dengan jurusan ini. Selain memberikan pelatihan fisik pada pasien, sebagai terapis okupasi berarti kalian juga memberikan dukungan dari sisi psikologis dengan memotivasi dan mendengarkan mereka.
15. Ortopedi dan Traumatologi
Jurusan Kuliah ini adalah jurusan kedokteran yang memiliki fokus untuk menangani cedera dan penyakit pada sistem musculoskeletal pada tubuh, mencakup tulang, sendi, otot, tendon dan saraf. Cedera ini bisa saja terjadi pada saat berolahraga atau saat mengalami kecelakaan atau karena penyakit tertentu.
Biasanya, sebagian orang akan berkonsultasi ke dokter ortopedi apabila seseorang mengalami patah tulang. Padahal, dokter ortopedi tidak hanya menangani masalah itu saja, sebab banyak masalah medis yang bisa ditangani oleh dokter spesialis ini, yang meliputi: gangguan tulang, sendi, dan struktur yang terkait dengan gerakan termasuk otot, urat, dan saraf. Dan bahkan, seorang atlet yang mengalami cedera juga seringkali akan dirujuk ke dokter spesialis ortopedi.
16. Psikiatri
Merupakan dokter medis yang memiliki spesialisasi memberikan diagnosis dan penanganan terhadap pasien gangguan kejiwaan. Seorang Psikiater biasanya paham betul mengenai kesehatan fisik dan mental dan mengetahui bagaimana pengaruhnya terhadap satu sama lainnya.
Ilmu pengetahuan seorang psikiater terkait faktor-faktor biologis, masalah psikologi dan kejiwaan sangat luas. Tidak heran apabila seorang Psikiater memiliki kecenderungan untuk mengobati penyakit mental yang kompleks dan serius. Contohnya yaitu pada pasien yang mengalami skizofrenia, kecanduan, gangguan bipolar, depresi berat dan sebagainya.
Seorang Psikiater mengobati pasiennya dengan cara memberikan terapi yang sesuai untuk penanganan kesehatan mental. Karena beberapa penyakit jiwa mungkin saja terjadi disebabkan oleh keadaan tubuh yang sedang kurang sehat. Hal tersebut bisa disembuhkan atau dikurangi dengan mengobati organ tubuh yang berhubungan dengan gejala kejiwaan yang sedang diderita.
17. Biomedicine
Jurusan ini merupakan program multidisplin yang mempelajari bidang science dan teknologi untuk diterapkan dalam memecahkan masalah kesehatan global, yaitu seperti penyakit menular dan kanker, dengan tujuan untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan umat manusia. Pada jurusan ini dirancang untuk mahasiswa yang berminat dalam mempelajari biologi, farmasi dan inovasi untuk meningkatkan kesehatan manusia. Di sini temen-temen akan dibimbing untuk melakukan penelitian terhadap penyakit manusia dan hewan, kemudian mengembangkan metode pengobatan seperti vaksin, obat-obatan, dan perawatan medis. Jurusan ini memiliki 2 fokus bidang studi, yaitu biologi tumor dan penyakit menular.
Setiap detiknya sekurang-kurangnya manusia meninggal akibat serangan penyakit. Berbagai virus baru setiap harinya terus berkembang, akan tetapi perkembangan metode penyembuhan untuk berbagai virus tersebut masih kalah cepat dari perkembangan virus itu sendiri. Sehingga kalau temen-temen peduli dengan isu-isu terkait kesehatan dan pengobatan berbagai penyakit berbahaya seperti kanker, ebola, flu burung, flu babi, dan sebagainya, maka di jurusan ini kamu nantinya akan dibimbing untuk penelitian dan menemukan jawaban dari berbagai masalah kesehatan.
Lulusan jurusan Biomedicine ini akan memiliki kualifikasi dan keahlian yang diterima secara internasional, kemampuan riset dan pengetahuan nyata untuk bekerja dalam bidang kesehatan, riset, farmasi yang sangat dinamis dan cukup banyak dibutuhkan di dunia, baik itu di perusahaan swasta, sektor publik ataupun pemerintah. Lulusan Biomedicine ini juga bisa nantinya berkarir di berbagai lembaga riset, contohnya LIPI, Badan Litbang Kesehatan Kementerian Kesehatan serta pusat penelitian kesehatan di berbagai universitas. Selain daripada itu, kiprah lulusan Biomedicine juga di bidang farmasi, kedokteran, hingga akademis.
18. Pendidikan Dokter Gigi
Pada jurusan Kedokteran Gigi temen-temen akan mempelajari tentang kesehatan di daerah gigi dan mulut, bagaimana menangani berbagai permasalahan di dalam mulut dan cara mengobatinya. Disini sebetulnya nggak cuma melulu soal kesehatan gigi, namun juga mencakup estetika gigi dan mulut. Kalau kalian ingin jadi dokter gigi, kamu harus menyelesaikan pendidikan akademis di jurusan Kedokteran Gigi dan mendapatkan gelar Sarjana Kedokteran Gigi (S.Kg), lalu kalian akan lanjut ke tahap selanjutnya yaitu mengikuti kepaniteraan (coass) atau praktek di rumah sakit atau klinik gigi yang di tunjuk selama 2 tahun untuk mendapatkan gelar dokter gigi (drg).
Bagi temen-temen yang kuat dalam pelajaran hafalan, maka tentu hal ini akan cocok. Apalagi kalau temen-temen ingin mendalami masalah gigi dan mulut. Untuk menjadi dokter gigi kalian juga harus memiliki kemampuan komunikasi yang bagus dan tahan banting juga loh. Namun kalau kalian memang memiliki minat di bidang medis, khususnya kesehatan gigi dan mulut, jurusan ini tentunya bisa menjadi pilihan yang sangat tepat.
Lulusan ini tentunya dipersiapkan untuk menjadi seorang dokter gigi yang profesional. Para dokter gigi ini nantinya bisa ikut bergabung sebagai tenaga dokter di rumah sakit swasta maupun pemerintah, klinik, dan puskesmas, atau bisa juga membuka praktek dokter gigi secara mandiri, menjadi spesialis dan dosen ahli dan peneliti.
19. Paramedik Veteriner
Jurusan Paramedik Veteriner yaitu ilmu yang mempelajari tentang manajemen kesehatan yang berhubungan dengan dunia hewan atau nama lainnya kesehatan hewan. Salah satu tujuannya adalah untuk mengakomodasi kebutuhan akan adanya tenaga ahli madya di berbagai bidang kesehatan hewan, produk asal hewan serta terkait bidang lainnya. Ancaman populasi yang disebabkan kecilnya angka kelahiran, besarnya angka kematian dan terjadinya wabah penyakit hewan menular maupun gangguan kesehatan hewan akibat kelainan fisiologik serta pengaruh higienis sanitasi menyebabkan semakin mengecilkan kondisi dan kemampuan produksi ternak domestik. Oleh karena itu, agar tetap menjaga kualitas dan kuantitas ternak domestik di ragam kebutuhan manusia, dibutuhkan tenaga kesehatan hewan yang ahli dan profesional di bidangnya. Jurusan ini pun mampu berperan dalam hal penyelamatan satwa-satwa liar dan juga penyembuhan serta perawatan hewan kesayangan/ peliharaan.
Lulusan Paramedik Veteriner dapat berkarir diberbagai bidang yang berhubungan dengan manajemen dan kesehatan hewan seperti hewan pangan/ternak, hewan peliharaan, hewan konservasi/satwa liar, hewan akuatik, serta hewan laboratorium.
20. Teknik Laboratorium Medik
Teknologi Laboratorium Medik merupakan ilmu yang mempelajari bagaimana cara menjadi seorang tenaga kesehatan dan ilmuwan berketerampilan tinggi yang akan berkecimpung di sarana kesehatan yang melaksanakan pelayanan pemeriksaan, pengukuran, penetapan dan pengujian terhadap bahan yang berasal atau bukan berasal dari manusia untuk penentuan jenis penyakit, penyebab penyakit, kondisi kesehatan atau faktor-faktor yang dapat memengaruhi pada kesehatan individu dan masyarakat. Sarana kesehatan ini berbentuk Laboratorium Kesehatan seperti Laboratorium Patologi Klinik yang memeriksa sampel berupa cairan-cairan tubuh manusia seperti darah, faeces, liquor cerebro spinalis (cairan otak), sputum, urine dan lain sebagainya untuk mendapatkan data ataupun hasil sebagai penegakan diagnosa terhadap suatu penyakit. Cakupannya juga luas meliputi hematologi (sel-sel darah serta plasma), imunologi (antigen, antibodi), pemeriksaan mikrobiologi (bakteri), parasitologi (fungi, cacing, protozoa), kimia klinik (hormon, lipid, protein, enzim, glukosa, elektrolit, dsb). Seperti yang pernah dikatakan sebelumnya bahwa tenaga kesehatan itu nggak melulu soal dokter loh temen. Seorang yang ahli pada bidang ini dibutuhkan untuk memastikan sebuah diagnosis dari penyakit-penyakit yang ada. Selain itu keterampilan yang dimiliki dalam menentukan penentuan jenis penyakit, penyebab penyakit, kondisi kesehatan atau faktor-faktor yang dapat berpengaruh pada kesehatan perorangan dan masyarakat, serta dapat berguna bagi para dokter, perawat, ataupun tenaga kesehatan lainnya untuk lebih akurat menentukan tindakan yang tepat terhadap pasien.
Lulusan ini bisa bekerja di laboratorium Rumah Sakit swasta maupun pemerintah, laboratorium klinik, balai laboratorium kesehatan, laboratorium kesehatan daerah, Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), ahli kontrol kualitas di perusahaan makanan dan minuman, TNI/POLRI dan lain sebagainya. Selain itu lulusan dari jurusan ini juga dapat bekerja sebagai peneliti dalam bidang laboratorium kesehatan, penanggungjawab teknis dalam pelayanan laboratorium kesehatan dan penyuluh dalam bidang laboratorium kesehatan (Promoting Health laboratory).
21. Pendidikan Apoteker
Jurusan ini mempelajari mengenai teori, pengembangan dan praktik dalam bidang pembuatan, identifikasi, cara kerja dan pemanfaatan produk obat-obatan. Lulusan dari jurusan ini diharapkan mampu memahami, meracik dan melakukan pengujian khasiat atas sebuah produk farmasi. Apabila temen-temen menyenangi dunia medis yang berpadu dengan kimia dan biologi, maka jurusan ini adalah jurusan yang tepat. Karena pada jurusan ini temen-temen akan mempelajari banyak hal seru mulai dari bagaimana cara meracik obat untuk penyakit tertentu, hingga tentang reaksi dari zat yang terkandung dalam obat tersebut pada tubuh orang yang mengonsumsinya.
Selain menjadi seorang Apoteker, lulusan ini juga bisa berkarier sebagai peneliti di berbagai lembaga pemerintah maupun swasta seperti perusahaan obat-obatan, BPOM dan juga kosmetika.
22. Farmasi Klinik dan Komunitas
Apabila pada jurusan Farmasi kalian mempelajari beragam jenis dan produksi obat-obatan, maka disini kalian juga akan mempelajari tentang obat-obatan, namun lebih menitikberatkan pada kegiatan pelayanan kefarmasian. Nantinya, di sini kalian akan tetap mendapatkan pelajaran farmasi, ditambah dengan pengetahuan tentang pemberian pelayanan kesehaatan berkaitan dengan obat-obatan. Disini kamu akan memahami lebih dalam terkait Pharmaceutical Care, yaitu etika pelayanan kefarmasian, yang mengatur tentang bagaimana obat-obatan yang telah diproduksi dan diedarkan dapat sampai ke tangan pasien yang tepat, dalam keadaan baik dan juga dengan pemberian informasi serta instruksi agar pemakaian obat-obatan tersebut menjadi tepat guna serta pula memenuhi tujuan pemakaiannya, yaitu kesembuhan atau meringankan penyakit.
Seringkali kita dengar ada berita tentang penyalahgunaan obat-obatan di kalangan masyarakat. Hal ini bisa terjadi karena kurangnya pengawasan terhadap penyebaran obat-obatan tersebut dan kurang baiknya pelayanan kefarmasian di Indonesia. Berbagai produk farmasi dengan berbagai macam jenis bebas dijual di pasaran dan bebas bisa diperoleh oleh siapa saja tanpa melalui konsultasi dengan pakar/ ahlinya terlebih dahulu. Sehingga negatifnya masyarakat bisa mengonsumsi obat-obatan atau suplemen yang kurang tepat dosisnya dengan kebutuhannya. Dan dapat dipastikan hal ini bisa berakibat buruk pada kesehatan. Oleh karena itu, Indonesia membutuhkan ahli di bidang Farmasi Klinik dan Komunitas agar dapat memperbaiki praktik pelayanan kefarmasian Indonesia yang belum sempurna, agar tidak ada lagi permasalahan terkait penggunaan produk farmasi kedepannya yang bisa merugikan banyak orang. Farmasi Klinik dan Komunitas umumnya merupakan peminatan/ konsentrasi di jurusan Farmasi. Dengan demikian prospek kerja lulusannya kurang lebih adalah sama. Namun secara lebih spesifik, lulusan ini dapat berkarir sebagai apoteker, atau di sektor perdagangan tepatnya di berbagai produsen, pemasok, atau penjual obat dan alat kesehatan. Tidak hanya di perusahaan yang bergerak di industri obat-obatan atau alat kesehatan saja, namun juga dibutuhkan di perusahaan yang bergerak di industri kosmetik/ kecantikan dan makanan. Di instansi pemerintahan, lulusan ini bisa juga berkecimpung pada Kementeriaan Kesehatan (Kemenkes) atau Direktorat Pelayanan Kefarmasian, serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).